SMA Negeri 1 Mentok kembali menyelenggarakan kegiatan Masa Bina Kepemimpinan (MABIK) pada tahun 2026 sebagai salah satu program tahunan yang ditujukan bagi siswa kelas 10. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Jiwa Kepemimpinan, Kedisiplinan, Adab, serta Sopan Santun Siswa”, yang mencerminkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berbudi pekerti luhur.
MABIK menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, peserta diajak untuk belajar memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain, memahami arti tanggung jawab, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan kedisiplinan kepada siswa, baik dalam hal waktu, sikap, maupun tanggung jawab terhadap tugas dan barang pribadi masing-masing.
Tidak hanya berfokus pada kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada pembentukan adab dan sopan santun siswa dalam berinteraksi, baik dengan teman sebaya, guru, maupun orang yang lebih tua. Nilai-nilai seperti saling menghargai, menghormati, serta menjauhi sikap egois menjadi bagian penting yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung.
Selama pelaksanaan kegiatan, para siswa mengikuti berbagai rangkaian acara yang dirancang secara sistematis oleh panitia, mulai dari materi kepemimpinan, pembinaan karakter, hingga kegiatan kelompok yang melatih kerja sama dan kekompakan. Bimbingan langsung dari kakak-kakak panitia turut memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diarahkan untuk menerapkannya secara langsung dalam menghadapi berbagai situasi yang menuntut sikap tanggung jawab.
Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan turut memberikan dampak bagi para siswa. Selain memperoleh pemahaman baru mengenai arti kepemimpinan dan tanggung jawab, mereka juga belajar untuk lebih menghargai orang lain serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Interaksi dengan teman, kakak kelas, dan panitia menjadi bagian dari proses tersebut. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat ke depannya.

Salah satu peserta, yaitu Antares Mahanaim Sinaga dari kelas 10.8, mengungkapkan bahwa ia memperoleh banyak hal baru selama mengikuti kegiatan. Di antaranya adalah belajar memimpin dengan benar, menghargai teman-teman serta kakak-kakak panitia. Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut mengajarkannya untuk tidak bersikap egois dan apatis terhadap sesama.
Lebih lanjut, Antares menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa karena dapat membantu membentuk serta memperbaiki karakter seseorang, terutama dalam hal menghargai orang lain dan meningkatkan rasa tanggung jawab kepada diri sendiri maupun orang lain yang menurutnya masih sering kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengakui bahwa pada awalnya mempertanggungjawabkan suatu hal terasa cukup sulit baginya. Namun, berkat arahan serta bimbingan dari panitia, hal tersebut ternyata dapat dijalani dengan lebih mudah dari yang ia bayangkan. Ia pun menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia atas bimbingan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.
